Kemenag Banyumas Laksanakan Monitoring PPIU & PIHK

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) adalah Biro perjalanan wisata yang telah mendapatkan izin dari Menteri Agama untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah dan Ibadah Haji Khusus.

PPIU dan PIHK sebagai biro perjalanan wisata yang menyelenggarakan layanan ibadah Umrah dan Haji Khusus harus punya komitmen untuk memenuhi pakta integritas menyelenggarakan perjalanan Ibadah tersebut sesuai dengan standar pelayanan minimum yang ditetapkan pemerintah dan selalu meningkatkan kualitas layanannya.

Untuk memastikan PPIU & PIHK melaksanakan semua ketentuan yang berlaku dalam perjalanan umrah dan haji khusus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan monitoring PPIU dan PIHK di Kabupaten Banyumas yang berjumlah sembilan (9) PPIU yang terdiri tujuh kantor Cabang dan dua Kantor Pusat yang terletak di Banyumas dan lima (5) PIHK.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan ┬ápada tanggal 21 – 25 Oktober 2021 dipimpin langsung oleh ┬áKepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag. dan didampingi Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Seksi PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Drs.H. Purwanto Hedro Puspito.

Di sela-sela perjalanan monitoring, Drs. H. Purwanto Hedro Puspito, mengatakan bahwa di masa pandemi Covid 19 ini monitoring dilaksanakan dengan tujuan, yang pertama sebagai tindak lanjut surat Dirjen PHU nomor B-11.029/DJ.II.IV/HJ.09/10/2021 tanggal 11 Oktober 2021 tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 H.

Kedua, untuk mengetahui tempat dan kondisi PPIU dan PIHK saat ini.

Ketiga, mengetahui data jamaah umrah maupun haji khusus yang  tertunda, yang membatalkan dan yang melanjutkan serta jamaah yang sudah mendapatkan vaksin Covid 19.

Dan yang keempat untuk memastikan bahwa PPIU dan PIHK di Kabupaten Banyumas benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik pada calon jemaah sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga minimal tidak ada jemaah ataupun calon jemaah yang dirugikan.

Monitoring yang dilaksanakan selama lima hari ini dapat mengetahui jumlah jamaah umrah yang tertunda sebanyak 289 orang, dan dari 289 orang jamaah sebanyak 64 orang membatalkan berangkat dan 225 orang tetap akan melanjutkan berangkat, dan mereka sebagian besar sudah mendapatkan vaksin Covid 19.

(red: swt_phu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *